Ulasan Buku "What if I Had Never Tried It" karya Valentino Rossi





Judul Buku             : What if I Had Never Tried It
Nama Pengarang    : Valentino Rossi
Nama Penerjemah  : Doni Suseno
Nama Penerbit        : UFUK PRESS
Ketebalan Buku      : 302 halaman
Tahun Terbit           : 2006

Buku berjudul What if I Had Never Tried It (Andai Aku TIdak Pernah Mencobanya) ini merupakan otobiografi seorang legenda balap MotoGP bernama Valentino Rossi. Buku ini ditulis pada tahun 2005 di mana saat itu Vale sedang berada pada puncak kejayaannya. Sebagaimana otobiografi pada umumnya, buku ini juga bercerita tentang kisah hidup tokohnya sejak ia dilahirkan. Uniknya, Vale tidak menceritakan kisah hidupnya secara runut, misalnya dengan menempatkan kisah kelahirannya di halaman pertama, kemudian puncak kejayaannya di halaman terakhir. Dapat dikatakan bahwa ketika Vale menulis buku ini, ia menuliskan saja apa yang ada di kepalanya tanpa berpusing-pusing bagaimana harus memulai dan mengakhiri.

Banyak kejadian dalam kehidupan seorang Valentino Rossi yang dapat memberikan nilai-nilai kehidupan kepada para pembacanya. Salah satunya ialah kisah perseteruan luar biasa antara Vale dengan pembalap-pembalap lainnya. Melalui kisah ini, para pembaca dapat menemukan bahwa ada beberapa orang yang justru menikmati ketika mereka diintimidasi, namun tidak ada seorang pun yang bisa menerima ketika ia dikhianati. Buku ini juga memberikan sudut pandang berbeda kepada para pembacanya terkait kehidupan seorang superstar. Banyak orang berpikir, bahwa kehidupan seorang bintang adalah nikmat luar biasa, karena memiliki popularitas dan banyak uang memungkinkannya melakukan apa saja yang ia suka. Nyatanya, seorang bintang besar seperti Vale kerap mendapat tekanan, baik terhadap fisik maupun mental. Vale juga sering merasa khawatir akan media yang kerap menjatuhkan citranya demi headline berita yang luar biasa. Vale bahkan mengatakan bahwa popularitas membuatnya sulit untuk bisa menikmati suatu tempat yang ia kunjungi sebagaimana orang lain pada umumnya. Misalnya, sangat tidak mungkin bagi Vale untuk pergi ke bioskop atau melihat-lihat barang di sebuah toko, karena tempat-tempat tersebut hampir selalu dikunjungi banyak orang. Bisa Anda bayangkan betapa menjengkelkan ketika Anda harus menunggu selama beberapa minggu atau bulan untuk dapat menonton sebuah film yang baru dirilis.

Tentu, kisah-kisah tersebut hanya sedikit dari banyaknya kisah menarik di dalam buku ini. Saya pribadi tidak menemukan kekurangan dalam buku ini. Justru, banyak kelebihan yang membuat saya terpukau. Salah satunya ialah kemampuan Vale dalam menulis. Padahal, Vale bukanlah orang yang dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan para penulis. Namun, tulisan Vale, secara jujur saya katakan sukses memainkan emosi para pembacanya. Anda akan dibuat tertawa ketika membaca kisah Vale saat ia masih remaja. Jalannya suatu balapan yang diceritakan Vale secara detail juga mampu memberikan gambaran kepada para pembacanya betapa suatu balapan sangat menguras tenaga dan konsentrasi. Kisah kepindahan Vale dari tim Honda ke Yamaha juga bisa dijadikan cerminan oleh para pembaca yang sedang merasa tertantang untuk keluar dari zona aman, seperti bagaimana mempertimbangkan keputusan terbaik akan hal tersebut. Beberapa kisah dalam buku ini juga memberikan gambaran akan akibat yang harus ditanggung ketika kita mencoba untuk melampaui batas kemampuan yang kita miliki.

Terakhir, sebagai informasi tambahan, buku ini mungkin sudah sulit ditemukan di berbagai toko buku mengingat buku ini diterbitkan 14 tahun yang lalu. Saya pribadi meminjamnya dari perpustakaan pusat Universitas Indonesia. Namun, saya rasa buku ini masih bisa ditemukan di toko online, meskipun kemungkinan buku yang dijual bukanlah buku baru, melainkan bekas. Sedangkan bagi yang merasa hal tersebut terlalu rumit, silakan download PDFnya di sini.

Komentar

Postingan Populer